Product brief, contoh produk kosmetik, dan area produksi untuk pengembangan OEM dan ODM
OEM & ODM Kosmetik

OEM atau ODM:
Mana yang Sesuai
untuk Produk Anda?

OEM umumnya relevan ketika arah, spesifikasi, benchmark, atau kebutuhan produk sudah lebih jelas. ODM lebih relevan ketika produk masih membutuhkan pengembangan lebih lanjut sebelum masuk ke tahap produksi.

Di Dian Indah Abadi, pilihan jalur dimulai dari kondisi produk Anda saat ini—bukan dari istilah yang harus Anda pahami sejak awal. Tim Dian membantu menerjemahkan kebutuhan tersebut ke jalur pengembangan dan manufaktur yang relevan.

Lihat Perbedaan OEM & ODM

Sudah punya brief yang cukup jelas atau masih mengembangkan konsep produk? Keduanya dapat menjadi titik awal diskusi.

Perbandingan jalur OEM dan ODM kosmetik: product brief dan pengembangan formula
Perbedaan OEM & ODM

Apa Bedanya OEM dan ODM Kosmetik?

OEM biasanya dimulai ketika kebutuhan produk sudah lebih terdefinisi—misalnya melalui brief, benchmark, spesifikasi, atau arah produk yang cukup jelas.

ODM lebih relevan ketika konsep produk masih membutuhkan pengembangan lebih lanjut sebelum menjadi formula, sampel, dan produk yang siap masuk ke tahap produksi.

OEM

Ketika arah produk
sudah lebih jelas

OEM relevan ketika brand sudah memiliki gambaran produk yang lebih terstruktur dan membutuhkan partner manufaktur untuk menerjemahkan kebutuhan tersebut ke tahap pengembangan dan produksi.

  • Product brief sudah tersedia
  • Benchmark atau referensi produk sudah lebih jelas
  • Spesifikasi atau kebutuhan produk sudah lebih terdefinisi
  • Arah kemasan atau positioning produk dapat sudah mulai terbentuk

Perbedaannya terutama ada pada titik awal project.

Semakin jelas kebutuhan produk saat project dimulai, semakin terarah proses yang dibutuhkan. Jika masih banyak elemen yang perlu dikembangkan, peran development menjadi lebih besar.

ODM

Ketika produk masih
perlu dikembangkan

ODM relevan ketika kebutuhan atau konsep produk sudah ada, tetapi masih memerlukan proses pengembangan untuk menerjemahkannya menjadi formula, sampel, format produk, dan arah produk yang lebih siap diproduksi.

  • Product concept masih perlu diterjemahkan
  • Formula atau sampel masih perlu dikembangkan
  • Tekstur, format, atau karakter produk masih dapat dieksplor
  • Arah produk dapat berkembang bersama proses development

OEM dan ODM bukan tingkatan kualitas. Keduanya adalah jalur pengembangan yang berbeda berdasarkan kondisi dan kebutuhan produk saat project dimulai.

Contoh brief dan sampel produk kosmetik untuk memilih jalur OEM atau ODM
OEM atau ODM?

Sudah Sejelas Apa Produk
yang Ingin Brand Anda Buat?

Jika konsep, referensi, atau spesifikasi produk sudah cukup jelas, OEM dapat menjadi jalur yang lebih relevan untuk dibahas. Jika produk masih membutuhkan pengembangan formula, tekstur, format, atau sampel, ODM dapat memberi ruang development yang lebih besar.

Anda tidak harus menentukan
OEM atau ODM sendiri sejak awal.
Cukup lihat seberapa jauh kebutuhan brand
terhadap produk yang ingin dibuat sudah
terdefinisi.

  1. 01.

    Brand kami sudah tahu produk seperti apa yang ingin dibuat.

    OEM

    Jika konsep, fungsi, target pengguna, atau karakter produk sudah cukup jelas, OEM dapat menjadi jalur yang relevan untuk dibahas.

  2. 02.

    Kami sudah punya referensi atau spesifikasi produk.

    OEM

    Jika sudah ada referensi produk, benchmark, tekstur, karakter, atau spesifikasi tertentu yang ingin dikembangkan, OEM dapat menjadi titik awal diskusi.

  3. 03.

    Kami sudah punya konsep, tetapi formulanya masih perlu dikembangkan.

    ODM

    Jika kebutuhan dan tujuan produknya sudah ada tetapi formula atau sampelnya belum terbentuk, ODM memberi ruang pengembangan yang lebih besar.

  4. 04.

    Kami masih ingin mengeksplor formula, tekstur, atau format produk.

    ODM

    Jika beberapa elemen produk masih terbuka untuk diuji dan dikembangkan, ODM lebih relevan untuk proses development yang lebih eksploratif.

  5. 05.

    Kami baru punya ide awal atau masih belum yakin.

    Ceritakan jenis produk yang ingin dibuat, kebutuhan brand, dan sejauh mana konsepnya sudah berkembang. Tim Dian akan membantu menjelaskan jalur yang lebih relevan untuk dibahas.

    Diskusikan Kebutuhan Produk
Dari catatan konsep, pengembangan sampel, konfirmasi kemasan, hingga lini produksi kosmetik
Dari Ide ke Produksi

Bagaimana Ide Produk Brand Anda
Masuk ke Tahap Pengembangan dan Produksi?

Setelah kebutuhan brand mulai terdefinisi, tim Dian menerjemahkannya ke tahapan pengembangan yang relevan—mulai dari brief atau konsep, pengembangan formula dan sampel bila diperlukan, konfirmasi produk dan kemasan, hingga produksi.

Tahapan yang dijalani dapat berbeda tergantung apakah project lebih dekat ke OEM atau ODM, jenis produk, serta kebutuhan pengembangannya.

  1. 01

    Kebutuhan Brand & Ide Produk

    Mulai dari apa yang ingin dibuat, untuk siapa produk ditujukan, dan arah produk yang ingin dikembangkan.

  2. 02

    Pengembangan Produk

    Kebutuhan tersebut diterjemahkan ke pengembangan formula, tekstur, sampel, atau penyesuaian lain sesuai project.

  3. 03

    Konfirmasi Produk & Kemasan

    Elemen utama produk dan kemasan dikonfirmasi sebelum project masuk ke tahap produksi.

  4. 04

    Produksi

    Setelah kebutuhan project dikonfirmasi, produk masuk ke proses manufaktur yang relevan.

Lihat Cara Maklon di Dian

Untuk melihat tahapan lebih lengkap dari awal
hingga produksi, buka panduan Cara Maklon di Dian.

Catatan product concept, referensi, dan sampel produk kosmetik di meja kerja
Mulai Diskusi

Punya Ide Produk Kosmetik
yang Ingin Dikembangkan?
Ceritakan kepada Tim Dian.

Ceritakan produk kosmetik yang ingin brand Anda buat, referensi atau spesifikasi yang sudah dimiliki, serta bagian yang masih perlu dikembangkan. Tim Dian akan membantu membahas apakah kebutuhan tersebut lebih dekat ke jalur OEM atau ODM.

Diskusikan Produk Anda Lihat kembali perbedaan OEM & ODM

Untuk brand baru, existing brand, maupun bisnis yang ingin mengembangkan produk kosmetik dengan kebutuhan yang lebih spesifik.